Home > Buku Sang Putera dan Sang Bulan, Pasal 1 : Alkitab dan Al-Qur'an > Pandangan Al-qur’an dan Injil mengenai Cinta Kasih

Pandangan Al-qur’an dan Injil mengenai Cinta Kasih

"God's Love"
“Kasih Tuhan”

Al-qur’an berkata:

  • Qur’an 3:148, “… Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan“.
  • Qur’an 49:9, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil”.
  • Qur’an 4:107, “… Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa, …”.
  • Qur’an 5:64, “… Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan”.

Alkitab berkata:

  • Roma 5:8, “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kia masih berdosa”.
  • Efesus 2:4-5, “Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita…”
  • Roma 5:10, “Sebab Jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!”
  • 1 Yohanes 4:I9, “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita”.

Menurut Al-qur’an, Allah tidak mengasihi orang berdosa. Akan tetapi menurut Alkitab, la sungguh-sungguh mengasihi orang berdosa. Al-qur’an mengajarkan pemberian sedekah akan tetapi motifnya tidak lain hanyalah sekadar memenuhi kewajiban agama. Menurut Alkitab (1 Kor 13 :3), amal tanpa menaruh kasih sebagai motivasinya adalah sia-sia.

  • I Korintus 13:3, “Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan  menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tak ada faedahnya bagiku “.

Pendapat yang terkandung dalam Al-qur’an (5:18) bertentangan sepenuhnya dengan apa yang terdapat dalam Alkitab (Ibrani 12:6). Lebih dari itu, AL-qur’an masih mempertanyakan sesuatu yang sudah dijawab dalam Alkitab (digenapi) Allah 570 tahun sebelumnya.

  • Qur’an 5:18, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan, “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasihNya”. Katakanlah. “”Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?”
  • Ibrani 12:6, “Karena Tuhan menghajar orang-orang yang dikasihi-Nya dan la menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak”.

Mungkin dari seluruh teks Perjanjian Baru berkaitan erat dengan betapa pentingnya arti kasih itu. Pada hakikatnya, Injil itu adalah berita tentang kasih, Injil memaparkan kisah bagaimana Yesus sesungguhnya menaruh kasih kepada kita umat manusia. Begitu besar kepedulian-Nya terhadap kita sehingga la rela menderita sengsara yang begitu berat, untuk mengalahkan kuasa Iblis, membebaskan kita dari perbudakan dosa dan menjamin agar kita beroleh kepastian tentang keselamatan dan sukacita Ilahi, Sesungguhnya, apa yang telah diperbuat oleh Yesus bagi kita, menjadi landasan bagi kita menaruh kasih kepada-Nya dan ingin hidup selalu dekat dan taat kepada-Nya. Itulah intisari seluruh kitab Injil, yang terangkum dalam Yohanes 3:16

  • Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
  • 1 Yohanes 3:17, “Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?”
  • Yohanes 15:12, “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.”
  • Yohanes 15:13, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”
  • Lukas 6:27, “Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;
  • Lukas 6:28, “mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.”
  • Matius 22:37, “Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.”
  • Matius 22:38, “Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.”
  • Matius 22:39, “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
  • Roma 13:10, “Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.”
  • 1 Korintus 13:4, “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.”
  • 1 Korintus 13:5, “Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.”
  • 1 Korintus 13:6, “Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.”
  • 1 Korintus 13:7, “Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.”
  • 1 Korintus 13:8, “Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.”
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: